Loading
fungsi asuransi

Mengenal Tujuan dan Fungsi Asuransi, Jangan Sampai Salah Pilih!

Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada diri kita di masa depan. Ada banyak kemungkinan atau potensi yang bisa saja membuat kita merugi secara mendadak. Misalnya kecelakaan, bencana alam atau kematian mendadak. Kejadian yang tidak terduga tersebut pasti akan menimbulkan biaya yang lebih dari biasanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki asuransi. Pada artikel ini akan kita bahas serba serbi soal asuransi. Mulai tujuan, jenis dan fungsi asuransi. Yuk kita simak.

Mengenal Tujuan dan Fungsi Asuransi, Jangan Sampai Salah Pilih!

Pengertian

Asuransi berasal dari bahasa Inggris, insurance, yang berarti pertanggungan. Secara terjemahan bebas, asuransi berarti pemberian ganti rugi atas suatu risiko berdasarkan kontrak yang berlaku dari kedua belah pihak. Dua pihak ini adalah, pertama, pembayar iuran yang menjaminkan risikonya, dan pihak kedua adalah pihak yang berkewajiban memberikan jaminan atas risiko pihak pertama dan akan memberikan kompensasi jika terjadi sesuatu di pihak pertama.

Nah, ada banyak hal yang bisa diasuransikan. Mulai jasa, kesehatan, jiwa dan lain sebagainya. Hal itu untuk meminimalkan kerugian akibat kerusakan, hilang atau berkurang nilainya.

Tujuan dan Fungsi

Tujuan dari asuransi ini ada beberapa. Pertama, memberikan jaminan perlindungan risiko kepada pembayar premi. Kemudian dengan mengalihkan risiko kepada pihak penjamin, maka berkurang pula biaya untuk perlindungan ekstra terhadap suatu risiko. Selanjutnya, jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, kerugian bisa diminimalkan. Bagi pihak penerima premi, uang yang diterima bisa diputar kembali untuk kredit maupun investasi lain. Terakhir, bisa menutup kerugian yang timbul jika sesuatu yang diasuransikan sudah tidak bisa berfungsi sama sekali.

Jenis

Jenis asuransi sendiri sangat beragam, bergantung berbagai aspek. Misalnya jenis asuransi yang dibedakan berdasarkan pengelolaannya, tujuan operasionalnya maupun pertanggungannya. Jika berdasarkan pengelolaannya, asuransi dibedakan menjadi asuransi konvensional dan asuransi syariah. Perbedaan yang mendasar adalah asuransi syariah dikelola berdasarkan hukum Islam sesuai dengan pengawasan dari Dewan Syariah Nasional MUI.

Selanjutnya jika dilihat dari aspek tujuan operasionalnya, ada asuransi yang bertujuan untuk komersial ada pula yang sosial. Asuransi komersial adalah seperti perusahaan asuransi swasta atau BUMN seperti Jasindo, Jiwasraya dan lain sebagainya. Sedangkan untuk asuransi sosial, biasanya dikelola pemerintah. Seperti misalnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau pun tabungan pensiunan PNS yang dikelola oleh PT. Taspen Persero.

Terakhir, jika dilihat dari aspek pertanggungannya, asuransi secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu asuransi jiwa dan asuransi umum. Asuransi ini menggolongkan berdasarkan siapa dan apa yang ditanggung. Asuransi jiwa ini merupakan salah satu yang populer.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan potensi kerugian akibat cacat atau kematian, bisa digolongkan menjadi asuransi jiwa. Seperti misalnya asuransi kesehatan, asuransi sakit kritis bahkan asuransi pendidikan sekali pun. Mengapa asuransi pendidikan juga tetap digolongkan menjadi asuransi jiwa? Karena pembayar premi ingin, jika terjadi sesuatu terhadap dirinya, anak anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah dengan uang pertanggungan dari asuransi.

Adapun untuk asuransi umum, ada asuransi untuk kepemilikan rumah, bisnis, kendaraan bahkan jasa. Asuransi untuk kepemilikan rumah ini menanggung risiko jika rumah tiba tiba mengalami musibah seperti misalnya bencana alam atau terbakar. Untuk asuransi kendaraan juga melindungi pembayar premi dari kemungkinan biaya yang timbul akibat kerusakan, gores, tabrakan atau bahkan kendaraan hilang dicuri.

Terakhir, ada pula asuransi jasa yang memberikan perlindungan dan pendampingan hukum terhadap jasa tertentu. Misalnya terhadap dokter, yang sangat mungkin dituntut pasiennya, nah, dengan penggunaan asuransi, pihak asuransi akan membantu memberikan bantuan hukum dan kompensasi baik terhadap penggugat atau tergugat.